Jejak Sang Dewi

Hari itu,

angel17_000_thumb

Aku usapkan gincu pada bibir tipis yang bernyanyi

Ku gelung rambut yang mulai menipis, tinggi tinggi

Kupandangi wajah diri, jejak ratusan ribu senyum

Terpahat halus dan rapi

Ku sematkan sayap kecilku di dada kiri

Ku rapihkan kembali seragamku yang wangi

Bersiap pergi ke negri dewa dewi

Kupandangi diriku sekali lagi sambil berjanji

Semua akan kulayani sepenuh hati

Pergi dan pulang tetap seperti ini

Dan aku akan kembali memahat rapi jejak senyuman hari ini

Jeddah, 3rd May 2016

AED Automated External Defibrillator

AED atau Automated External Defibrillator mulai banyak ditemukan di tempat umum seperti airport, rumah sakit dan mall di Indonesia. Namun sayangnya sedikit sekali yang paham kegunaan dan cara pemakaian AED ini baik masyarakat umum maupun petugas khusus dimana AED berada. Tidak tersedianya pelatihan dasar First Aid yang terjangkau dan memadai bagi masyarakat Indonesia menjadi penyebab kurangnya pengetahuan dan keberanian masyarakat awam untuk memberikan pertolongan pertama atau First Aid, sehingga ketersediaan AED pada fasilitas umum ini terkesan hanya sebagai penghias dinding dan sarana kelengkapan fasilitas umum yang ada saja. Awak kabin Indonesiapun tidak diberikan pelatihan penggunaan AED karena memang AED tidak tersedia di dalam pesawat terbang Indonesia karena dianggap masih belum diperlukan.

AED

Sebenarnya apa kegunaan dari alat AED ini dan bagaimana cara pengoperasiannya?

AED adalah alat stimulator detak jantung portable menggunakan listrik tegangan tinggi untuk memulihkan korban Cardiac Arrest akibat serangan jantung dan lainnya. Penggunaan AED harus dibarengi dengan CPR (Resusitasi Jantung Paru) yang baik.

https://skydewi.wordpress.com/2013/05/07/belajar-cpr/

Cardiac-chart2

Berbeda dengan serangan jantung (Heart Attack) yang korbannya sulit bernafas namun masih dalam keadaan sadar akibat adanya sumbatan pada arteri jantung, Cardiac Arrest adalah kehilangan kesadaran dan kemampuan bernafas normal akibat gangguan eletrikal pada jantung sehingga menyebabkan pompaan aliran darah yang membawa oksigen ke jantung menjadi terganggu. Heart Attack atau serangan jantung dapat berujung pada Cardiac Arrest. Kondisi ini tentunya mengganggu asupan Oksigen tidak hanya untuk jantung tapi juga organ tubuh penting lainnya seperti otak dan paru-paru.

Tidak tersedianya asupan oksigen pada otak selama 4 – 6 menit saja dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak yang tidak bisa diobati atau diperbaiki lagi. AED membantu mengembalikan detak jantung yang berhenti/tidak normal menjadi normal kembali melalui sengatan listrik pada jantung korban yang dialirkan dari AED melalui kabel dan bantalan sticker yang ditempelkan pada dada korban.

Ada banyak jenis AED di pasaran namun demikian cara penggunaannya tetap sama dan tentunya dibuat mudah bagi masyarakat awam untuk bisa menggunakannya.

Temukan ketiga benda ini pada AED sebelum anda mulai menggunakannya:

  1. Tombol ON/OFF untuk mematikan dan menghidupkan. AED akan membimbing anda dengan mengeluarkan suara perintah dan aba-aba (prompt) langkah apa yang harus anda lakukan.
  2. Sticker Pad atau bantalan tempel berbentuk seperti sticker yang harus dilepaskan lapisan stickernya sebelum direkatkan; satu pada dada sebelah kanan korban sekitar 5 cm di bawah tulang bahu, dan satu lagi di area bawah ketiak dekat perut sebelah kiri korban.
  3. Tombol Shock. Tombol ini ditekan saat mesin AED memerintahkan anda dengan aba-aba “Shocking Advised.”

aed-man-down

Pastikan kedua hal ini pada korban sebelum menggunakan AED:

  1. Korban tidak bernafas, tidak sadarkan diri atau tidak bernafas dengan normal seperti mendengkur atau mengeluarkan suara-suara yang tidak normal lainnya.
  2. Korban tidak berbaring di area yang basah sebab Shock atau kejutan yang dihasilkan AED mengandung listrik.

Tata cara penggunaan AED:

  1. Pastikan anda dan korban tidak berada dalam situasi yang bisa membahayakan hidup anda berdua seperti misalnya pada korban yang tersengat listrik, pastikan aliran listrik yang masih menempel pada korban telah diputuskan terlebih dahulu. Korban kecelakaan yang berada di tengah keramaian lalu lintas harus dipinggirkan ke tempat yang aman sebelum mulai diberikan pertolongan pertama.
  2. Cek respon dengan menepuk-nepuk bahu korban sambil berteriak apakah korban baik-baik saja.
  3. Mintalah bantuan dengan berteriak minta tolong dan perintahkan pada seeorang untuk menghubungi ambulan maupun paramedik serta mengambil AED.
  4. Bila korban tidak memberikan respon periksa apakah korban yang tidak sadarkan diri ini bernafas; dengan cara melihat pergerakan dada dan mendengarkan suara-suara yang keluar dari mulut korban.
  5. Aktifkan AED dengan menekan tombol ON.
  6. Ambil stiker pad, tempelkan pada dada korban dan pastikan pad menempel kuat dengan kulit dada korban (alat pencukur jenggot tersedia dalam paket plastik kecil di kotak AED, termasuk handuk kecil untuk mengeringkan dada korban apabila basah).
  7. Ikuti perintah yang diberikan AED yaitu lakukan Resusitasi Jantung Paru atau CPR sampai selama kurang lebih 2 menit. AED kemudian akan memeriksa kondisi detak jantung korban dan memerintahkan semua orang yang terlibat untuk tidak menyentuh korban: “Don’t Touch Patient Analyzing.”
  8. AED akan memutuskan bila korban membutuhkan shock atau tidak dengan menganalisa detak jantung korban. Apabila AED menemukan salah satu dari dua jenis detak jantung ini  yaitu Ventricular Febrillation (tidak teratur), Ventricular Tachycardia (sangat cepat), AED akan memerintahkan penolong untuk menekan tombol Shock dengan perintah: “Shocking Advised”. 
  9. Saat penolong menekan tombol Shock, AED akan memberikan sengatan listrik ke jantung korban dan penolong tidak boleh menyentuh korban saat pemberian sengatan berlangsung.
  10. Bila hal ini tidak berhasil membuat korban bernafas/sadarkan diri (biasanya ditandai dengan pergerakan pada tangan dan mata korban, AED akan memerintahkan penolong untuk kembali melanjutkan RJP/CPR dengan perintah: “Continue CPR”.
  11. Penolong harus terus melanjutkan set yang sama sesuai perintah AED sampai paramedik datang memberikan bantuan tambahan dan mengambil alih proses pertolongan pertama.
  12. AED tidak akan memberikan perintah berhenti RPJ atau “Stop CPR” atau memberitahu penolong bahwa korban sudah meninggal. AED akan terus memerintahkan penolong untuk tetap melakukan RJP/CPR sampai korban sadarkan diri.

AED hanya boleh digunakan pada anak usia 8 tahun ke atas dan aman digunkan pada wanita yang sedang hamil. Pemakaian pada anak usia 8 tahun kebawah diperlukan Sticker pad khusus untuk anak.

cpr-aed-awareness-week-posters-2-728

Di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, CPR dan penggunaan AED sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat umum mulai dari anak-anak sampai orang dewasa sehingga tidak hanya Paramedik, perawat ataupun dokter yang boleh dan bisa melakukan CPR ataupun AED.

Pemberi pertolongan pertama atau First Aider dilindungi oleh Good Samaritan Law yakni masyarakat yang menolong orang lain yang terluka atau memerlukan pertolongan pertama pada kecelakaan atau sakit tidak dapat di tuntut ke pengadilan apabila terjadi kesalahan dalam proses pertolongan pertama tersebut. Apabila korban dalam keadaan sadar, penolong harus menanyakan dulu apakah korban bersedia untuk diberi pertolongan. Belum pernah ditemukan adanya kasus patah tulang akibat kesalahan tekanan saat RJP ataupun CPR ataupun akibat buruk lainnya akibat kesalahan penggunan AED.

Memberikan pertolongan pertama walau sedikit adalah lebih baik daripada tidak sama sekali dan begitu pula hendaknya yang berlaku di Indonesia.

Tips Aman dan Selamat Saat Terbang

Hasil penyelidikan pada kecelakaan penerbangan membuktikan bahwa 80% dari korban yang meninggal ataupun terluka sebenarnya bisa diselamatkan. Bagaimana penumpang bisa keluar dengan selamat dari kecelakaan pesawat?

Skydewi akan memberikan tipsnya:

IMG_34191. Pastikan bahwa sepatu yang anda kenakan adalah sepatu bertali yang nyaman. Sepatu bertali akan menghindari anda dari kehilangan sepatu akibat terlepas dari kaki saat terjadi benturan keras pada kecelakaan. Bayangkan berjalan diantara puing-puing pesawat yang terbakar mencari jalan keluar tanpa pelindung kaki.

2. Kenakan pakaian yang terbuat dari serat natural seperti katun yang tidak mudah terbakar. Hindari memakai pakaian berbahan dasar poliester karena bahan jenis ini tidak tahan panas dan di dalam kabin yang terbakar suhu udara menjadi sangat panas sehingga menyebabkan baju berbahan poliester meleleh dan menempel pada kulit pemakainya.

3. Kebanyakan penumpang menyukai duduk di barisan kursi dekat pintu keluar dengan asumsi akan mudah menemukan jalan keluar bila terjadi kecelakaan. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena kita tidak pernah tahu bagaimana dan bagian mana dari pesawat yang akan membentur landasan terlebih dulu saat kecelakaan. Sesaat setelah selamat dari benturan keras, pintu terdekat belum tentu bisa berfungsi dengan baik sehingga yang terpenting adalah mengenali area dimana anda duduk dan pelajari bagaimana anda dapat mencapai pintu-pintu darurat di sekitar anda dan keluar dengan segera. Hitung berapa baris kursi ke depan dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan karena saat pendaratan darurat lampu penerangan di kabin bisa saja tidak tersedia sehingga anda harus meraba mencari jalan keluar.

4. Untuk menghindari cedera pada tubuh bagian bawah saat benturan keras terjadi, kenakan selalu sabuk pengaman dengan erat tepat di atas bagian pinggul anda, bukan di atas pinggang ataupun paha. Saat terbang, lepaskan sabuk pengaman hanya pada saat lampu tanda kenakan sabuk pengaman di atas kursi anda tidak menyala.

5. Baca selalu kartu keselamatan penerbangan yang tersedia di kantung kusi di depan tempat duduk anda. Kartu kecil ini memberikan banyak informasi penting untuk anda seperti jumlah dan lokasi pintu darurat, lokasi baju pelampung dan masker oksigen untuk anda bila diperlukan serta posisi duduk yang disarankan bila terjadi benturan keras saat pendaratan darurat.

6. Dengarkan dan patuhi selalu perintah keselamatan yang diberikan awak kabin dan pilot seperti penggunaan sabuk pengaman, larangan merokok dan sebagainya karena awak kabin lebih tahu dan dilatih untuk selalu waspada akan adanya bahaya saat penerbangan.

AP_guyana_plane_crash_jt_130707_16x9_9927. Ingat; Anda hanya punya waktu 90 detik untuk keluar dari pesawat setelah kecelakaan pesawat terjadi. Tinggalkan semua barang bawaan anda dan segera menuju pintu keluar.  Hal ini disebabkan hanya 90 detik waktu yang dibutuhkan bagi api untuk melahap habis seluruh tubuh pesawat yang terbuat dari aluminium serta menyebarkan asap beracun yang mematikan. Ya,  sangat cepat sekali, hanya 90 detik. Waktu 90 detik ini juga menjadi patokan bagi para awak kabin dan pilot untuk mengevakuasi penumpang serta keluar menyelamatkan diri; apapun bentuk dan ukuran pesawatnya.

THOMSON [ Safety Video ]

Segala macam cara dilakukan airline untuk membuat penumpang mau meluangkan waktu menyimak safety demonstration. Salah satunya dengan menampilkan keluguan anak anak sebagai awak kabin yang bertugas di pesawat. Sudah selayaknya orang dewasa memiliki kesadaran yang lebih besar akan pentingnya keselamatan penerbangan dibandingkan anak anak yang masih lucu dan lugu ini.

Brace for Impact !

“Brace Brace atau “Brace for impact” adalah salah satu call out (teriakan) yang kalau boleh jujur setiap awak kabin seumur hidup pasti tidak ingin mendengarnya.

Mengapa demikian?

cabin

Brace for impact atau dalam bahasa Indonesia berarti “posisikan diri untuk benturan keras”, diteriakkan oleh pilot saat pendaratan darurat baik dalam expected emergency (pendaratan darurat terencana) ataupun unexpected emergency (pendaratan darurat tidak terencana) di darat maupun di air yaitu pada sekitar 30 detik sebelum benturan atau saat pesawat berada pada ketinggian 500 kaki.

Teriakan “Brace Brace” atau “Brace for Impact” dari pilot ini kemudian akan diikuti oleh teriakan awak kabin kepada penumpang yaitu biasanya “Brace, Brace, Brace….”, “Bend Down, Bend Down…”  atau lainnya (tergantung dari prosedur yang ditetapkan oleh airline tersebut) sampai pesawat mendarat dan berhenti dengan sempurna.

Ada bermacam macam posisi Brace for Impact untuk penumpang, diantaranya:

1. Membungkuk sejauh mungkin sambil memeluk lutut.

bfi1

2. Membungkuk sejauh mungkin sambil melindungi kepala dengan tangan yang ditumpuk. BFI

3. Membungkuk sejauh mungkin sambil meletakkan kedua tangan ke kursi penumpang di depan.

bfi3

Posisi Brace for Impact bagi awak kabin tentunya berbeda dengan penumpang dikarenakan kursi awak kabin dilengkapi dengan harness (sabuk pengaman/penahan yang melindungi tubuh bagian dada) sehingga tidak perlu membungkuk seperti penumpang yang setiap kursinya hanya dilengkapi dengan seat belt.

Dengan memposisikan diri dalam posisi Brace for Impact diharapkan penumpang dan awak kabin tidak mengalami atau setidaknya mengurangi cedera akibat hantaman keras badan pesawat pada landasan.

Masing masing airline menginformasikan posisi Brace for Impact yang mereka rekomendasikan kepada penumpangnya melalui kartu keselamatan atau Safety Card yang disediakan bagi setiap penumpang di dalam setiap kantung kursinya. Posisi Brace for Impact bagi mereka yang membawa bayi juga diinformasikan di dalam kartu keselamatan ini.

Tidak selamanya teriakan Brace for Impact berakhir dengan benturan keras yang berujung pada penggunaan alat peluncur. Ada saat dimana pendaratan darurat berakhir dengan selamat tanpa kerusakan apapun sehingga pilot memutuskan untuk mengeluarkan  penumpang dengan cara normal yaitu menggunakan tangga atau Jetway/Aero Bridge (jembatan).

Prosedur setiap airlines bisa saja berbeda, Penumpang diharapkan mendengarkan dan mematuhi setiap aba aba yang diberikan awak kabin. Awak kabin telah dilatih dan selalu dilatih untuk menjamin kelayakan dan keselamatan setiap penerbangan yang dioperasikannya.

[ Quote ] Taste Flight

200139626-001

For once you have tasted flight,

you will walk the earth with your eyes turned skywards

for there you have been

and

there you will long to return..

*Leonardo da Vinci*

Sepatu Pramugari

ameliaPramugari tidak diperbolehkan memakai sepatu dengan hak yang terlalu tinggi dan lancip atau stiletto karena hak lancip seperti ini dapat merusak atau melubangi alat peluncur saat evakuasi dan juga bisa melukai pramugari itu sendiri serta orang lain disekitarnya. Selain itu hak yang terlalu tinggi dan lancip tidak baik bagi kesehatan pramugari yang harus berdiri selama berjam-jam di dalam pesawat.

high heelsSepatu yang baik untuk pramugari adalah sepatu yang nyaman dipakai namun tetap sederhana dan tidak terlihat seperti orang yang hendak pergi ke pesta. Ornamen yang terlalu meriah serta aksessoris yang berlebihan membuat penampilan pramugari terlihat murahan dan tidak professional. Untuk itu perusahaan penerbangan biasanya membagikan sepatu untuk para pramugari dan pramugaranya agar terlihat sama dan sesuai dengan seragam yang dikenakan. Bagi perusahaan yang tidak membagikan sepatu, peraturan mengenai keseragaman bagi awak kabinnya tetap harus dipatuhi serta dijadikan pedoman saat awak kabin membeli sepatunya sendiri.

gallery-328-image-3318Sepatu pramugari tidak selalu berwarna hitam melainkan disesuaikan dengan seragam yang dikenakan.  Beberapa airlines yang memakaikan seragam jenis kebaya panjang pada pramugarinya seperti Singapore Airlines, atau Lion Air, menggunakan sepatu sandal dengan sedikit aksen baju seragam pada sepatu sandal mereka agar terlihat sesuai. Sepatu bagi pramugari dan pramugara merupakan bagian dari kelengkapan seragam yang jika dikenakan diharapkan dapat menunjukkan citra yang ingin diciptakan perusahaan penerbangan.

Coba bandingkan seragam Garuda Indonesia dan Air Asia. Citra apa yang nampak dari sang pramugari apabila seragam tersebut dikenakan? Yang manakah yang wannabe lebih sukai?

Flight Crew

Awak kabin baru seringkali masih bingung membedakan antara Captain, First Officer atau FO, dan Flight Enginer atau FE, karena seragam yang dikenakan ketiganya nyaris sama dan perbedaan biasanya hanya terdapat pada tanda pangkat berupa garis di bahu yang dalam bahasa Inggris disebut “epaulets“. Wings yang disematkan pada seragam penerbang memiliki dua buah sayap. Hal ini untuk membedakan antara pilot dan awak kabin. Hampir semua awak kabin di dunia memiliki satu sayap wings saja. Hanya sejumlah kecil airlines yang memberikan wings dengan dua buah sayap kepada awak kabinnya.

Epaulets

CAPTAIN

Captain memiliki empat garis pangkat yang biasanya berwarna emas, walaupun ada juga beberapa airline di dunia yang menggunakan warna putih. Saat bertugas, Captain selalu duduk disebelah kiri di dalam cockpit (ruang kemudi). Mereka sering juga disebut sebagai PIC atau Pilot in Command yaitu pemimpin tertinggi di dalam pesawat dalam kaitannya dengan keselamatan dan keamanan penerbangan. Pada perusahaan penerbangan tertentu dekorasi tambahan diberikan pada tanda pangkat Captain seperti, tanda bintang atau tanda berlian dan sebagainya tergantung dari kebijakan perusahaan.

FIRST OFFICER

First Officer atau sering juga disebut FO memiliki tiga buah garis yang berwarna sama dengan Captain. FO duduk disebelah kanan pesawat. Junior First Officer memiliki dua tanda pangkat. Senior dan Junior First Officer dibedakan berdasarkan dari pengalaman serta jumlah jam terbang yang dimilki.

FLIGHT ENGINEER

Flight Engineer atau FE memiliki tiga buah garis pangkat yang biasanya agak sedikit berbeda. Kebanyakan perusahan penerbangan menambahkan garis bayangan berwarna ungu diantara garis pangkat pada seragam Flight Engineer. Flight Engineer duduk di belakang Captain dan First Officer, menghadap pada tombol-tombol penting yang mengatur system pada pesawat. Walaupun Flight Engineer tidak menerbangkan pesawat seperti Captain dan First Officer, Flight Engineer memiliki tugas yang sama pentingnya yaitu memonitor dan mengoperasikan serta bertanggung jawab atas bekerjanya system pesawat tersebut.

nohatspilotsTidak semua pesawat terbang didisain dan diciptakan dengan posisi Flight Engineer. Beberapa tahun belakangan ini tugas Flight Engineer sudah banyak digantikan oleh system computer yang semakin canggih sehingga pesawat tidak lagi membutuhkan keberadaan flight engineer di dalam ruang kemudi. Jenis pesawat dengan Flight Engineer contohnya adalah B747 seri 100, 200, 300; B737 seri 200; dan beberapa B767 seri 200.

Jangan sampai salah sebut lagi yaa…

5 Moment Bohong Putih Awak Kabin

Awak kabin harus pandai memberikan alasan walau dengan sedikit berbohong untuk meyakinkan penumpang agar tidak kecewa sehingga mengalami bad mood sepanjang penerbangan. Penumpang “Bad mood” bisa berbahaya karena suka mempengaruhi penumpang di sekelilingnya dan membuat penerbangan jadi Miserable.

Image

Inilah moment-moment bohong putih tersebut:

1. Saat Kehabisan Pilihan Makanan

Ngga tau kenapa, penumpang kalau disodorkan pilihan daging sapi atau ayam, 75% pasti memilih ayam. Sementara jumlah pilihan makanan yang naik selalu seimbang. Ngga mungkin kan kalau semua mau minta ayam. Seringkali penumpang yang kecewa membentak-bentak awak kabin. Terpaksa deh awak kabin berbohong.

  • “Sebentar ya pak, saya cek dulu di galley mudah-mudahan masih ada?” (walaupun dalam hati sudah tahu tidak ada, awak kabin tetap berjalan ke galley pura-pura ngecek).
  • “Waduh maaf ya pak, ternyata sudah habis, penumpang hari ini pada suka sekali ayam, padahal daging sapinya lebih enak loh”.                 

2. Saat Menghadapi Penumpang yang (Ingin) Merokok.

Paling gemes sama penumpang mau merokok ini. Padahal sudah disebutkan berkali-kali dalam setiap kesempatan announcement tetap nga mau mengerti. Awak kabin harus menjelaskan kembali bahaya merokok di dalam pesawat dan untuk lebih meyakinkan lagi awak kabin terpaksa harus berbohong.

  • “Sabar ya pak, saya juga udah ngga tahan nih mau merokok, sama saya juga perokok udah dari pagi belum sempet merokok. 30 menit lagi kita mendarat bapak bisa merokok nanti di ruang khusus untuk merokok di terminal” (boro boro merokok, nyium bau asap rokok aja benci banget).

3. Saat Menghadapi Penumpang Nyebelin yang Pingin Kenalan

Kalau cuman sekedar tanya nama trus berbincang bincang ringan saja sih tidak apa apa. Terkadang banyak juga penumpang genit yang mencoba kenalan lebih jauh sehingga awak kabin terpaksa melancarkan jurus jitunya.

  • “Nggak punya Facebook, ngga sempet main Facebook, terbang terus schedulenya padat, Path juga nga punya, nomor telepon ada sebentar yah.” (trus kasih deh nomor telepon bohongan, habis mau gimana lagi maksa terus).

4. Saat Menghadapi Penumpang yang Pinjem Pulpen

Kelihatannya sepele, tapi 95% penumpang yang pinjem pulpen awak kabin pasti nga mau ngembalikan. Padahal pulpen adalah salah satu alat penunjang awak kabin dalam bekerja yang nga kalah penting dengan make up. Awak kabin sering harus menanda tangani form saat melewati imigrasi atau form katering dan lain sebagainya. Awak kabin sibuk bekerja sehingga seringkali terlupa untuk meminta kembali pulpen yang dipinjam sehingga terpaksa deh berbohong.

  • “Maaf ya pak, pulpen saya tadi sudah dipinjam sama penumpang di depan / belakang.” (waktu kasih alasan ini jangan sampai ketangkep basah bawa pulpen di saku ya, bisa runyam ngelesnya).

5. Saat Ingin Buang Air di Lavatory yang Banyak Antrian

Biasanya setelah penyajian makanan, penumpang akan berebut untuk menggunakan kamar kecil. Kadang awak kabin juga ingin menggunkan kamar kecil tapi begitu melihat antrian panjang penumpang jadi nga tega. Terpaksa deh meluncurkan jurus ini. Dengan memakai sarung tangan plastik awak kabin siap mengambil alih lavatory.

  • “Permisi sebentar ya pak, bu lavatorynya mau saya bersihkan dulu”. (Jangan lupa benar-benar dibersihankan ya lavatorynya setelah dipakai, jadinya nga bohongkan? ).

Saking pinternya nge-les seringkali awak kabin disebut seperti bajaj. Pernah lihatkan bagaimana pintarnya abang bajaj menyupiri kendaraannya, ngeles kiri ngeles kanan. Tapi mesti diingat ini semua untuk kenyamanan dan kepentingan penumpang juga.

Jangan lupa untuk selalu mengucapkan 3 kata sakti berikut ini: Maaf, Permisi, dan Terima Kasih.

Selamat mencoba.

 

7 Kebiasaan Baik Awak Kabin

Untuk bisa bekerja dengan effective awak kabin harus memiliki 7 kebiasaan ini:

1. Selalu Tepat Waktu.

OTPOn Time Performance menjadi daya tarik penumpang untuk memilih terbang dengan airline tertentu. Keterlambatan awak kabin datang ke tempat kerja dapat mempengaruhi jadwal penerbangan yang sudah ditetapkan dan berdampak buruk pada nama baik airline dimana dia bekerja.

Jangan mengaku sebagai awak kabin bila tidak bisa tepat waktu.

Tips: Berusahalah untuk selalu tepat waktu bila membuat janji bertemu dan selalu datang 10 menit sebelum saat pertemuan.

2. Pandai Membagi Waktu.

membg wktuKebiasaan selalu tepat waktu berhubungan erat dengan kepandaian membagi waktu. Seseorang yang tidak bisa tepat waktu pasti merasa kesulitan untuk membagi waktunya dengan baik.

Saat terbang dalam keadaan normal awak kabin harus bisa membagi waktu agar servis penyajian makanan tidak keteteran dan pengecekan kabin saat sebelum lepas landas dan mendarat (cabin secure) bisa dilaksanakan dengan sempurna.

Saat pendaratan darurat  terencana (expected emergency landing), kapten akan memberikan waktu bagi awak kabin untuk mempersiapkan penumpang sebelum terjadi benturan dan waktu yang diberikan tentunya tidak lama tergantung dari seberapa berbahayanya situasi di dalam pesawat saat itu. Awak kabin harus benar-benar memanfaatkan sedikit waktu yang tersedia ini mempersiapkan kabin dan penumpang.

Tips: tetapkanlah jadwal saat akan melakukan kegiatan dengan memperkirakan waktu tidur, waktu mandi dan bersiap-siap serta waktu tempuh menuju tempat tertentu sehingga tidak terlambat melaksanakan kegiatan tersebut.

3. Mendahulukan yang paling penting.

prioritize-study-first2Walaupun servis dan pelayanan serta kenyamanan penumpang sangat penting bagi awak kabin, keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama di dalam setiap penerbangan. Dengan instruksi kapten, awak kabin bisa saja menunda atau tidak menyelesaikan penyajian makanan saat cuaca buruk karena keberadaan trolley makanan di tengah kabin yang terguncang bisa membahayakan jiwa penumpang.

Jadwal kerja yang tidak beraturan dapat mengganggu waktu istirahat awak kabin. Awak kabin perlu memprioritaskan waktu untuk beristirahat sebelum bekerja agar tetap sehat dan segar saat bertugas.

Tips: Biasakan untuk membuat prioritas saat akan mengerjakan sesuatu. Kerjakan dulu yang lebih penting. Buatlah checklist untuk daftar kegiatan yang akan dikerjakan dan urutkan dari yang terpenting.

4. Bersih.

Selain kebersihan diri yang tentunya berdampak pada penampilan awak kabin, kebersihan tempat kerja di dalam pesawat juga menjadi perhatian awak kabin. Sampah yang berserakan di dalam kabin bisa mencelakai penumpang dan awak kabin saat evakuasi. Sampah-sampah ini bisa menyebabkan kita terjatuh karena tersandung atau terselip saat lari berhamburan keluar dari pesawat.

Seorang awak kabin yang baik tidak senang melihat sampah berserakan karena terbiasa menjaga kebersihan dan kerapihan.

Tips: Jaga lingkungan di sekitar kita selalu bersih dengan membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jaga kebersihan diri sendiri dengan mandi teratur dan kenakan baju yang bersih dan rapih.

5. Ramah Tamah.

fake-smileAwak kabin identik dengan senyuman. Awak kabin senang menyapa dan pandai berbasa basi untuk menyenangkan hati penumpang. Awak kabin akan dengan senang hati mendengarkan curahan hati penumpang yang sedang sedih ataupun gembira tanpa penumpang mengetahui apa yang ada di dalam hati awak kabin. Perasaan susah, sedih, harus disimpan rapat-rapat saat seragam dikenakan.

Tips: Mulailah untuk selalu tersenyum bila berpapasan dengan teman atau tetangga, angkat wajah dengan penuh percaya diri dan lebih dulu menyapa “Selamat pagi/siang”.

6. Senang Menolong.

Kebiasaan menolong dengan ikhlas, rela berkorban untuk keselamatan orang lain tentunya bukan suatu kebiasaan yang bisa didapatkan dalam satu hari saja, melainkan perbuatan yang harus sering dilakukan berulang ulang sehingga menjadi suatu kebiasaan baik yang akan keluar secara alami saat dibutuhkan.

Tips: Jangan ragu untuk mengulurkan tangan memberi bantuan seperti saat di dalam bis yang penuh sesak, berikan tempat duduk kepada mereka yang lebih berhak seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak.

7. Organized.

galleyRuang kerja dan waktu yang terbatas di dalam pesawat menyebabkan awak kabin harus pintar membuat dan mengatur sistem kerja dengan baik.

Awak kabin harus selalu bisa menjaga galley dan cabin-nya tertata rapih. Tidak mengeluarkan benda-benda yang tidak perlu dan menyimpan kembali benda benda yang telah selesai digunakan. Galley dan cabin yang berantakan bisa membahayakan jiwa penumpang dan awak kabin terutama saat cuaca buruk. Goncangan tak terduga pada badan pesawat bisa menyebabkan barang-barang yang tidak tersimpan atau terikat dengan aman terlempar dan mencederai penumpang dan awak kabin yang ada di dalam pesawat.

Tips: Mulailah dengan selalu menjaga kerapihan kamar sendiri dan simpan kembali barang-barang apabila selesai digunakan.

Wannabe yang ingin sekali menjadi awak kabin bisa mulai memperaktekkan dan membiasakan diri melakukan 7 kebiasaan baik ini agar mudah beradaptasi saat sudah diterima bekerja nanti.

 

%d bloggers like this: