The Critical Phases of Flight

critical-phases-of-flightTahukah kamu, dalam setiap penerbangan ada masa-masa yang disebut “Critical Phases of Flight” atau dalam bahasa Indonesianya bisa diartikan sebagai”Masa-masa kritis dalam penerbangan.”

Critical phases of flight adalah masa saat pesawat sedang:

  • Taxi (berjalan di landasan)
  • Take Off (lepas landas)
  • Initial Climb (mendaki)
  • Final Approach (hampir mendarat)
  • Landing (mendarat)
  • Dalam masa tertentu lainnya yang akan ditetapkan kemudian oleh kapten pesawat

Mengapa penting sekali mengenal saat Critical Phases of Flight ini?

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Badan Investigasi Kecelakaan Transportasi di Amerika (NTSB), 80% kecelakaan pesawat udara terjadi pada saat “Critical Phases of Flight.”

Pada masa ini penerbang sibuk mencurahkan seluruh perhatian serta konsentrasinya pada instrumen pesawat, melakukan kontak radio dengan Air Traffic Controller (ATC) dan mengawasi situasi di sekelilingnya, memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan sesuai prosedur keselamatan penerbangan dan untuk itu mereka tidak boleh diganggu atau diajak bicara kecuali mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan pada saat itu; karena sedikit saja kesalahan dibuat penerbang pada masa ini bisa berakibat fatal.

Keadaan dimana para penerbang tidak boleh diganggu (pada masa-masa kritis) ini dalam dunia penerbangan dikenal dengan sebutan “Steril Cockpit.”

Awak kabin tidak dibenarkan melakukan aktivitas apapun selain hal-hal yang berkaitan dengan prosedur keselamatan seperti memeriksa serta memastikan penumpang dan kabin pesawat dalam keadaan aman dan siap menghadapi hal-hal berbahaya yang  mungkin saja terjadi saat Critical Phases of Flight.

Awak kabin diharapkan segera duduk di tempat duduk awak kabin (jumpseat) dan mengenakan sabuk pengaman mereka setelah menyelesaikan semua tugas utamanya yakni menjaga keselamatan penerbangan.

Pada masa-masa kritis ini penerbang akan menyalakan lampu tanda kenakan sabuk pengaman.

Penumpang diharuskan duduk di kusinya dan mengenakan sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi, melipat meja dihadapannya, menyimpan barang-barang miliknya dengan baik, membuka penutup jendela, mematikan alat elektronik dan bersama-sama awak kabin dan penerbang berkonsentrasi dan berdoa dalam hati untuk keselamatan bersama.

Sekarang sudah mengertikan, mengapa seringkali awak kabin mengeryitkan dahinya saat melihat penumpang masih berdiri, pergi ke lavatory atau meminta minum saat Critical Phases of Flight?

Advertisements

About skydewi

Seorang ibu pencinta langit. Kopi susu di pagi hari adalah WAJIB. Benci orang malas apalagi bau badan. Mewarisi keahlian menjahit ibu sekaligus mesin jahitnya. Percaya bahwa dengan persetujuan Tuhan, Hidup adalah Pilihan.

Posted on January 27, 2017, in Safety and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: