5 Moment Bohong Putih Awak Kabin

Awak kabin harus pandai memberikan alasan walau dengan sedikit berbohong untuk meyakinkan penumpang agar tidak kecewa sehingga mengalami bad mood sepanjang penerbangan. Penumpang “Bad mood” bisa berbahaya karena suka mempengaruhi penumpang di sekelilingnya dan membuat penerbangan jadi Miserable.

Image

Inilah moment-moment bohong putih tersebut:

1. Saat Kehabisan Pilihan Makanan

Ngga tau kenapa, penumpang kalau disodorkan pilihan daging sapi atau ayam, 75% pasti memilih ayam. Sementara jumlah pilihan makanan yang naik selalu seimbang. Ngga mungkin kan kalau semua mau minta ayam. Seringkali penumpang yang kecewa membentak-bentak awak kabin. Terpaksa deh awak kabin berbohong.

  • “Sebentar ya pak, saya cek dulu di galley mudah-mudahan masih ada?” (walaupun dalam hati sudah tahu tidak ada, awak kabin tetap berjalan ke galley pura-pura ngecek).
  • “Waduh maaf ya pak, ternyata sudah habis, penumpang hari ini pada suka sekali ayam, padahal daging sapinya lebih enak loh”.                 

2. Saat Menghadapi Penumpang yang (Ingin) Merokok.

Paling gemes sama penumpang mau merokok ini. Padahal sudah disebutkan berkali-kali dalam setiap kesempatan announcement tetap nga mau mengerti. Awak kabin harus menjelaskan kembali bahaya merokok di dalam pesawat dan untuk lebih meyakinkan lagi awak kabin terpaksa harus berbohong.

  • “Sabar ya pak, saya juga udah ngga tahan nih mau merokok, sama saya juga perokok udah dari pagi belum sempet merokok. 30 menit lagi kita mendarat bapak bisa merokok nanti di ruang khusus untuk merokok di terminal” (boro boro merokok, nyium bau asap rokok aja benci banget).

3. Saat Menghadapi Penumpang Nyebelin yang Pingin Kenalan

Kalau cuman sekedar tanya nama trus berbincang bincang ringan saja sih tidak apa apa. Terkadang banyak juga penumpang genit yang mencoba kenalan lebih jauh sehingga awak kabin terpaksa melancarkan jurus jitunya.

  • “Nggak punya Facebook, ngga sempet main Facebook, terbang terus schedulenya padat, Path juga nga punya, nomor telepon ada sebentar yah.” (trus kasih deh nomor telepon bohongan, habis mau gimana lagi maksa terus).

4. Saat Menghadapi Penumpang yang Pinjem Pulpen

Kelihatannya sepele, tapi 95% penumpang yang pinjem pulpen awak kabin pasti nga mau ngembalikan. Padahal pulpen adalah salah satu alat penunjang awak kabin dalam bekerja yang nga kalah penting dengan make up. Awak kabin sering harus menanda tangani form saat melewati imigrasi atau form katering dan lain sebagainya. Awak kabin sibuk bekerja sehingga seringkali terlupa untuk meminta kembali pulpen yang dipinjam sehingga terpaksa deh berbohong.

  • “Maaf ya pak, pulpen saya tadi sudah dipinjam sama penumpang di depan / belakang.” (waktu kasih alasan ini jangan sampai ketangkep basah bawa pulpen di saku ya, bisa runyam ngelesnya).

5. Saat Ingin Buang Air di Lavatory yang Banyak Antrian

Biasanya setelah penyajian makanan, penumpang akan berebut untuk menggunakan kamar kecil. Kadang awak kabin juga ingin menggunkan kamar kecil tapi begitu melihat antrian panjang penumpang jadi nga tega. Terpaksa deh meluncurkan jurus ini. Dengan memakai sarung tangan plastik awak kabin siap mengambil alih lavatory.

  • “Permisi sebentar ya pak, bu lavatorynya mau saya bersihkan dulu”. (Jangan lupa benar-benar dibersihankan ya lavatorynya setelah dipakai, jadinya nga bohongkan? ).

Saking pinternya nge-les seringkali awak kabin disebut seperti bajaj. Pernah lihatkan bagaimana pintarnya abang bajaj menyupiri kendaraannya, ngeles kiri ngeles kanan. Tapi mesti diingat ini semua untuk kenyamanan dan kepentingan penumpang juga.

Jangan lupa untuk selalu mengucapkan 3 kata sakti berikut ini: Maaf, Permisi, dan Terima Kasih.

Selamat mencoba.

 

About skydewi

Seorang ibu pencinta langit. Kopi susu di pagi hari adalah WAJIB. Benci orang malas apalagi bau badan. Mewarisi keahlian menjahit ibu sekaligus mesin jahitnya. Percaya bahwa dengan persetujuan Tuhan, Hidup adalah Pilihan. Visit me on https://mylifeasacabincrewmember.blogspot.com/

Posted on June 12, 2014, in Tips and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: