Brace for Impact !

“Brace Brace atau “Brace for impact” adalah salah satu call out (teriakan) yang kalau boleh jujur setiap awak kabin seumur hidup pasti tidak ingin mendengarnya.

Mengapa demikian?

cabin

Brace for impact atau dalam bahasa Indonesia berarti “posisikan diri untuk benturan keras”, diteriakkan oleh pilot saat pendaratan darurat baik dalam expected emergency (pendaratan darurat terencana) ataupun unexpected emergency (pendaratan darurat tidak terencana) di darat maupun di air yaitu pada sekitar 30 detik sebelum benturan atau saat pesawat berada pada ketinggian 500 kaki.

Teriakan “Brace Brace” atau “Brace for Impact” dari pilot ini kemudian akan diikuti oleh teriakan awak kabin kepada penumpang yaitu biasanya “Brace, Brace, Brace….”, “Bend Down, Bend Down…”  atau lainnya (tergantung dari prosedur yang ditetapkan oleh airline tersebut) sampai pesawat mendarat dan berhenti dengan sempurna.

Ada bermacam macam posisi Brace for Impact untuk penumpang, diantaranya:

1. Membungkuk sejauh mungkin sambil memeluk lutut.

bfi1

2. Membungkuk sejauh mungkin sambil melindungi kepala dengan tangan yang ditumpuk. BFI

3. Membungkuk sejauh mungkin sambil meletakkan kedua tangan ke kursi penumpang di depan.

bfi3

Posisi Brace for Impact bagi awak kabin tentunya berbeda dengan penumpang dikarenakan kursi awak kabin dilengkapi dengan harness (sabuk pengaman/penahan yang melindungi tubuh bagian dada) sehingga tidak perlu membungkuk seperti penumpang yang setiap kursinya hanya dilengkapi dengan seat belt.

Dengan memposisikan diri dalam posisi Brace for Impact diharapkan penumpang dan awak kabin tidak mengalami atau setidaknya mengurangi cedera akibat hantaman keras badan pesawat pada landasan.

Masing masing airline menginformasikan posisi Brace for Impact yang mereka rekomendasikan kepada penumpangnya melalui kartu keselamatan atau Safety Card yang disediakan bagi setiap penumpang di dalam setiap kantung kursinya. Posisi Brace for Impact bagi mereka yang membawa bayi juga diinformasikan di dalam kartu keselamatan ini.

Tidak selamanya teriakan Brace for Impact berakhir dengan benturan keras yang berujung pada penggunaan alat peluncur. Ada saat dimana pendaratan darurat berakhir dengan selamat tanpa kerusakan apapun sehingga pilot memutuskan untuk mengeluarkan  penumpang dengan cara normal yaitu menggunakan tangga atau Jetway/Aero Bridge (jembatan).

Prosedur setiap airlines bisa saja berbeda, Penumpang diharapkan mendengarkan dan mematuhi setiap aba aba yang diberikan awak kabin. Awak kabin telah dilatih dan selalu dilatih untuk menjamin kelayakan dan keselamatan setiap penerbangan yang dioperasikannya.

About skydewi

Seorang ibu pencinta langit. Kopi susu di pagi hari adalah WAJIB. Benci orang malas apalagi bau badan. Mewarisi keahlian menjahit ibu sekaligus mesin jahitnya. Percaya bahwa dengan persetujuan Tuhan, Hidup adalah Pilihan. Visit me on https://mylifeasacabincrewmember.blogspot.com/

Posted on March 20, 2015, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: