Dekompresi

Semakin tinggi kita terbang meninggalkan permukaan bumi, semakin sulit kita bernafas karena persediaan oksigen pada ketinggian semakin berkurang. Untuk itu agar bisa bertahan hidup saat terbang di ketinggian 35000 kaki menggunakan pesawat udara, kabin pesawat perlu diberi tekanan yang kurang lebih sama dengan tekanan udara di darat agar makhluk hidup di dalamnya bisa terus bernafas.

cpcspanelPemberian tekanan udara di dalam kabin dimulai sesaat setelah pesawat lepas landas dan akan dikurangi secara bertahap saat pesawat mulai melakukan pendaratan. Pemberian tekanan udara di kabin pesawat saat terbang ini menyebabkan terjadinya  perbedaan tekanan udara antara kabin dan luar pesawat saat terbang di ketinggian.

Kerusakan ( mulfunction ) pada system yang mengatur tekanan udara di dalam pesawat dan kebocoran pada dinding maupun struktur pesawat dapat menyebabkan tekanan udara di dalam kabin berkurang atau hilang sama sekali. Kebocoran pada dinding pesawat mengakibatkan tekanan di dalam kabin berusaha menyesuaikan dengan tekanan di luar pesawat sama halnya seperti pada sebuah balon yang bocor.

decompressionHilang atau berkurangnya tekanan udara di dalam kabin menyebabkan ketinggian udara di dalam kabin atau cabin altitude – [ yang sedianya telah dibuat hampir sama dengan daratan (sea level) di mana ketersediaan oksigen mencukupi bagi makhluk hidup untuk bernafas normal ] – terus bertambah menyamai ketinggian sebenarnya di luar pesawat  sehingga menyebabkan ketersediaan oksigen di dalam kabin terus berkurang mengakibatkan penumpang dan awak di dalam pesawat menjadi sulit untuk bernafas dan hal ini bisa berakibat fatal ( kematian ).

Peristiwa berkurang atau hilangnya tekanan di dalam kabin saat terbang dalam dunia penerbangan ini dikenal dengan sebutan Dekompresi.

Dekompresi dapat terjadi dengan sangat cepat “Rapid Decompression”, atau perlahan “Slow Decompression”.

Rapid Decompression

cargo door

Rapid decompression biasanya ditandai oleh adanya ledakan yang menyebabkan terkoyaknya struktur badan pesawat, terbukanya pintu kargo pesawat yang tidak tertutup dengan sempurna, adanya retakan pada dinding pesawat yang disebabkan oleh kelelahan metal (“metal fatigue”) akibat usia pesawat yang sudah tua dan lain sebagainya.

Pada saat Rapid Decompression terjadi semua barang yang tidak terikat dengan aman di dalam kabin akan berterbangan ke udara tersedot keluar pesawat melalui bukaan ( lubang ) akibat ledakan yang terjadi di badan pesawat, ruang kabin menjadi berkabut, berasap dan berembun serta suhu udara menjadi sangat dingin, minuman berkarbonasi atau soda akan meledak dan air di dalam boiler atau botol-botol akan menggelegak dengan sendirinya serta smoke alarm di dalam toilet pesawat akan berdering keras memberikan peringatan akibat adanya asap di ruang kabin.

Slow Decompression

Slow Decompression biasanya disebabkan oleh adanya kebocoran kecil pada seal pintu atau jendela pesawat, kerusakan pada sistem tekanan kabin yang di kontrol langsung dari ruang kemudi ( cockpit ).

Karena terjadi secara perlahan, slow decompression agak sulit untuk di deteksi secara dini. Slow decompression biasanya ditandai dengan perasaan letih yang terus bertambah, suara berdengung di dalam telinga dan biasanya para perokok, orang tua dan awak kabin akan merasakan tanda-tanda tersebut terlebih dahulu dibandingkan penumpang biasa.

original

Untuk menyelamatkan makhluk hidup yang ada di dalam kabin pada situasi seperti ini, masker oksigen akan keluar secara otomatis tepat dari atas kursi penumpang siap untuk dipergunakan agar penumpang bisa bernafas kembali dengan normal.

Selain itu para pilot  di ruang kemudi akan dengan cepat menukikkan pesawat turun menuju ketinggian aman di mana makhluk hidup bisa bernafas tanpa bantuan oksigen buatan yaitu sekitar 10000 kaki di atas permukaan laut. Tanpa sabuk pengaman, penumpang dan awak kabin bisa terlempar ke udara akibat tindakan penyelamatan dari para pilot ini.

“Kenakan sabuk pengaman” serta “menarik dan pasang masker oksigen menutupi hidung dan mulut” adalah tindakan yang harus segera diambil bagi setiap penumpang dan awak kabin pada saat terjadinya dekompresi.

Kebayangkan betapa pentingnya memahami seluk beluk keselamatan di dalam pesawat saat terbang dan mengetahui manfaat dari semua peralatan yang disediakan khusus untuk keselamatan penumpang seperti masker oksigen dan sabuk pengaman.

Jadi….

– Masih ogah memperhatikan peragaan demonstrasi keselamatan ?

– Menolak untuk selalu mengencangkan sabuk pengaman selama penerbangan?

😉

About skydewi

Seorang ibu pencinta langit. Kopi susu di pagi hari adalah WAJIB. Benci orang malas apalagi bau badan. Mewarisi keahlian menjahit ibu sekaligus mesin jahitnya. Percaya bahwa dengan persetujuan Tuhan, Hidup adalah Pilihan. Visit me on https://mylifeasacabincrewmember.blogspot.com/

Posted on September 13, 2013, in Safety and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: